{"id":501,"date":"2013-07-23T15:40:00","date_gmt":"2013-07-23T15:40:00","guid":{"rendered":"http:\/\/rumahsunnah.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/"},"modified":"2013-07-23T15:40:00","modified_gmt":"2013-07-23T15:40:00","slug":"maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/","title":{"rendered":"Maksud Hati Berdzikir, Ternyata Jin yang Saya Dapat"},"content":{"rendered":"<div align=\"center\" style=\"background-color: white; font-family: verdana, arial, sans-serif; font-size: 10px; line-height: 18px;\"><\/div>\n<div align=\"left\" style=\"background-color: white; font-family: verdana, arial, sans-serif; font-size: 10px; line-height: 18px;\">&nbsp;<\/div>\n<div align=\"left\" style=\"background-color: white; font-family: verdana, arial, sans-serif; font-size: 10px; line-height: 18px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" align=\"left\" alt=\"Sample Image\" height=\"114\" hspace=\"4\" src=\"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/cahaya.jpg\" title=\"Cahaya\" vspace=\"4\" width=\"150\" \/><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 14px;\">Wiridan sih sah-sah saja. Bahkan wirid sendiri sangat dianjurkan dalam Islam. tentunya, selama hal itu tidak bertentangan dengan ajaran Rasulullah. Lain halnya bila wiridan itu diembel-embeli dengan puasa beberapa hari atau ritual tertentu lainnya. Buka apa-apa. Maksud hati ingin memperoleh ketenangan batin, tapi yang didapat justru sebaliknya. Diikuti oleh jin yang mengaku sebagai khadam. Istilah lain untuk pembantu atau pelayan dari bangsa jin. Inilah kenyataan yang idalami oleh Firmansyah (23 tahun), pemuda asli Betawi. Pemuda ini mengkisahkan pengalamannya kepada Majalah&nbsp;<strong><em>Ghoib<\/em><\/strong>&nbsp;di rumahnya Menteng, Jakarta Selatan.<\/span>&nbsp;<\/div>\n<div align=\"left\" style=\"background-color: white; font-family: verdana, arial, sans-serif; font-size: 10px; line-height: 18px;\">\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Sewaktu sekolah Aliyah dulu, sekitar tahun 1996, saya mengalami suatu peristiwa yang membawa saya ke dalam pengembaraan panjang. Sebagai seorang pemuda yang bergelut dengan dunia jin melalui wiridan.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Peritiwanya terjadi pada suatu pagi yang cerah, saat saya sholat dhuha di masiid tua di daerah Kuningan. Saat itu, di dalam masjid tidak ada orang lain, hanya saya seorang diri. Kemudian mucul keinginan untuk belajar pidato. Maka dengan tenang layaknya seorang ustadz, saya melangkah ke mimbar. Lalu duduk sejenak di kursi. Saya raih tongkat yang ada kemudian bergaya seperti seorang khothib. Dan secara perlahan meski sedikit gemetar, saya latihan khutbah<em>, \u201cAlhamdulillah. Alhamdulillahilladzi &#8230;\u201d<\/em><\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Nah, satu minggu setelah kejadian itu saya merasakan kehadiran seseorang yang tidak terlihat. Saya juga suka ngomong sendiri. Kalau di kelas badan terasa lemas dan tidak bergairah. Untuk menjawab soal pun terasa agak sulit. Selain itu, saya juga mudah kesurupan. Misalnya, ketika sedang mengikuti pengajian di sebuah masiid, tiba-tiba badan saya merinding. Merasa seperti itu, saya segera pulang. Begitu tiba di rumah saya langsung berteriak, \u201cHua ha ha &#8230;\u201d Saya kesurupan. Kemudian bapak membaca ayat kursi, tapi jinnya tidak merasa apa-apa. Sepuluh menit kemudian jinnya itu pergi begitu saia.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Kesurupan ini seakan menjadi bagian dari hidup saya. Karena bisa dipastikan hampir tiap minggu saya selalu kesurupan. Kalau cuma sekali dua kali mungkin tidak terlalu masalah tapi bila berlangsung hingga satu tahun. Tentu sangat berat bagi saya. Akibatnya saya selalu hidup dalam ketakutan dan tidak punya gairah hidup.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Keadaan saya ini, ternyata tidak luput dari perhatian guru-guru. Hingga guru sosiologi menghampiri, \u201cKenapa kok lemes terus?\u201d Akhirnya saya disuruh ke rumahnya. \u201cSepertinya ada yang aneh dalam dirimu\u201d komentarnya setelah menuangkan minuman ke gelas. \u201cSaya tidak tahu, Pak.\u201d Kemudian saya ceritakan apa yang saya alami. Dari tatapan matanya saya tahu bahwa ia berempati kepada saya. Kemudian dengan bijak ia banyak menasehati dan mengajarkan beberapa amalan yang katanya bisa mengurangi beban saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Saya disuruh membaca Al-Fatihah untuk nabi Muhammmad, para wali dan para orang-orang tua saya. Kemudian membaca shalawat seratus kali dan&nbsp;<em>Ya Lathif<\/em>&nbsp;seratus kali. Lalu berdoa, \u201cYa Allah. Dengan kekuatan sayidina Umar berilah saya kekuatannya.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Saya gembira sekali hari itu. Dan bertekad untuk mengamalkannya agar rasa takut itu hilang dan kembali bersemangat. Tapi ketika saya mengamalkan wiridan itu di rumah, saya terkejut. Kok saya teriak-teriak terus, \u201cHoh hoh hoh\u201d badan saya menggigil dan gemetaran. Meski demikian saya terus saja membaca wiridan itu. Hasilnfa baru terasa seminggu kemudian. Ya, saya mulai tenang.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Sudah agak lama saya tidak kesurupan, hingga akhirnya jin itu datang lagi. Peristiwanya kali ini terjadi di rumah sakit. Saat saya terkena penyakit typus dan sudah stadium tiga. Walau itu sudah seminggu saya tidak shalat, harus terbaring lemah di atas ranjang dan tidak bisa berdiri. Tapi tiba-tiba saya bisa berdiri tegak kemudian berjalan dengan cepat. Hingga para pasien dan keluarganya keheranan. Tak lama kemudian, saya berbicara keras dengan suara bergetar. Tapi suaranya itu bukan suara saya sendiri \u201cSaya mau shalat. Anak ini sudah meninggalkan shalat berhari-hari. Dia harus shalat sekarang.\u201d Kemudian jin yang merasuki tubuh saya itu berceramah, sambil sesekali menepuk dada. Melihat itu, orang-orang pada ribut dan akhirnya membiarkan saya shalat. Ulah jin yang merasuki saya itu tidak berhenti sampai disini. la ingin membawa saya melompat dan terjun dari rumah sakit bertingkat itu. \u201cSaya mau terjun. Saya tidak kuat di sini. Saya mau pulang\u201d sampai banyak suster yang mau saya<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Cekik.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Melihat itu, bapak berteriak. \u201cSiapa kamu?\u201d \u201cSaya adalah syaikh Abdul Jabbar. Ha ha ha, saya selama ini yang mengikuti dia. Dan saya dihalangi khadam buyutnya. Saya tonjok mereka hingga babak belur. Saya adalah raja jin yang terkuat,\u201d jawab jin yang merasuki saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Akhirnya pihak rumah sakit mengizinkan saya dibawa pulang. Namun, di tengah jalan mobil yang saya tumpangi mogok. Bapak saya menduga karburatornya yang rusak. Tapi setelah dibuka \u201ccross\u201d airnya muncrat ke muka bapak. Ketika sampai di rumah, saya melihat rumah yang selebar enam meter itu sepertinya kecil. Seakan hanya beberapa puluh senti saja. Kemudian saya tidak bisa tidur hingga beberapa hari.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt;\">Jin Abdul Jabbar keluar masuk tubuh<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Dalam kondisi demikian, ada seorang teman yang menjenguk sambil membawa katanya \u201cair wali\u201d. Setelah dia meminumnya sedikit ia kemudian menyemprotkannya kembali ke badan saya. \u201cPanaas\u201d teriak jin yang merasuki saya. \u201cKamu belajar sama siapa?\u201d Tanya jin. \u201cSama habib,\u201d jawab teman saya. \u201cOh, bagus, bagus teruskan saja belajarmu.\u201d Seolah jin itu menasehatinya. Kemudian teman saya membaca \u201cYa Allah, Ya Rahman \u2026 sampai kepada Ya Jabbar.\u201d Kemudian jin tertawa terbahak-bahak, \u201cHa ha ha. ltu nama saya. Kamu bacakan apa saja, pasti tidak mempan karena saya jin lslam. Saya hafal 30 juz.\u201d Setelah merasa tidak marnpu mengobati,saya, akhirnya teman saya itu pulang.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Dua hari kemudian, di pagi yang cerah saya dibawa ke rumah habib. Tapi anehnya habib itu sudah ada di depan rumah. Seolah dia sudah menunggu kedatangan saya. Pas ketika saya masih berdiri terpaku di depan rumahnya, \u201csreet\u201d saya merusakan ada sesuatu yang keluar dari tubuh saya. Kemudian bapak ngobrol agak lama dengan habib. Dan setelah meminum air dari habib, kami segera pulang. Tapi, hanya beberapa menit istirahat di rumah, saya kesurupan lagi. Jin Abdul Jabbar itu datang lagi. Katanya dia takut sama habib itu dan sempat keluar.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Keesokan malamnya, sehabis shalat maghrib saya diantar seorang tetangga ke Cibinong untuk bertemu dengan seorang kiyai. Aneh, setelah keluar dari tol, sopir itu tidak lagi tahu arah. Berkali-kali ia bertanya, namun tetap tidak tahu arah. Sementara di luar, cuaca gelap, langit tak berbintang. Disertai dengan hembusan angin kencang yang terus mendesing di telinga, seakan hujan akan turun dengan lebatnya. Saat saya melihat ke arloji, ternyata sudah pukul 10 malam. Tak lama kemudian,&nbsp;<em>lnnalillah<\/em>, mobil itu mogok di perkebunan dan tidak bisa dihidupkan lagi, lalu saya kesurupan lagi, \u201cHa ha ha. Saya mogokin mobilnya.\u201d Akhirnya kita berlima jalan kaki, walau hawa dingin terasa menusuk tulang. Dan, setelah memperhatikan sekeliling beberapa saat, akhirnya sopir itu tahu bahwa kita sudah hampir sampai di rumah kiyai. Kira-kira hanya berjarak 300 meter.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Alhamdulillah, akhirnya sampai ke tempat tujuan juga, setelah tersesat beberapa jam. kira muat untuk sepuluh orang. Kamar itu beralaskan karpet plastik, dengan jendela dan pintu di belakangnya. Lalu bapak saya menyerahkan dua butir telur ayam kampung. Pak kiyai mengambilnya sebutir lalu memecahkan dan mencampurnya dengan minyak lulur, yang dipakai untuk pijat saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Selama pemijatan itu, terdengar suara pintu \u201cGubrak gubrak\u201d, padahal pintu itu sudah ditutup tapi selanjutnya terbuka lalu tertutup lagi, begitu seterusnya. Tak lama kemudian saya mulai kesurupan \u201cHa ha. Akulah Abdul Jabbar. Saya dari zaman syaikh Abdul Qadir Jailani. Saya berumur 900 tahun. Saya senang anak ini karena dia rajin ibadah. Tapi saya juga benci, sebab dia dulu berani naik mimbar. Padahal mimbar itu bukan tempatnya. Yang berhak naik ke mimbar itu adalah orang-orang yang berilmu. Dan jangan permainkan tempat saya. Kalau tidak. Saya bunuh anak ini.\u201d Tak lama kemudian saya tidak sadarkan diri. Dan, setelah sadar tahu-tahu pengobatan itu sudah selesai. Sejak saat itu jin Abdul Jabbar entah karena apa, tidak datang lagi. Walau sebenarnya jin itu masih bersarang di tubuh saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt;\">Wiridan yang Ternyata Penuh Jin<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Dua bulan kemudian, saat kelas 3 Aliyah saya mempelajari wiridan&nbsp;<em>miftahul hizb<\/em>. Wiridan-wiridan itu saya baca semua kemudian saya berdoa \u201cYa Allah, hamba mohon diberikan ilmu dhahir batin dan ditunjukkan jalan ilmunya Rasulullah.\u201d Setelah mengamalkan wiridan ini setiap hari maka pada hari ke 13, 14 dan 15 saya berpuasa seperti puasa Ramadhan. Katanya wiridan ini tanpa menggunakan khadam dari jin. Katanyaa, ilmu yang dihasilkan dari wiridan ini berasal langsung dari kemukjizatan Rasulullah. Mendengar penjelasan yang demikian \u2013 waktu itu \u2013 saya percaya begitu saja.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Hasil pengamalan wiridan ini, diluar dugaan saya.Yang dulunya saya sering kesurupan, tapi sekarang berbalik. Saya bisa mengobati orang kesurupan. Selain itu, saya juga bisa menerawang. Ya, saya bisa menebak watak seseorang yang belum saya kenal sama sekali. Suatu hari saya bertemu seseorang kemudian saya menerawang dia, \u201cKamu orangnya pemarah, egois. Kamu juga sedang menghadapi masalah.\u201d Dia bingung, \u201cLho kok kamu tahu gitu.\u201d \u201cYa saya tahu saja. Kamu bermasalah dengan atasan kamu, kan?\u201d kata saya lagi. Akhirnya dia makin terpana dan semakin tertarik dengan terawangan saya. Kemudian saya menerawang temannya, \u201cOrangnya putih, hidungnya mancung dan rambutnya agak ikal.\u201d \u201cLho kok kamu tahu!\u201d Teman baru saya itu semakin terbengong-bengong. Sebenarnya semua yang saya katakan itu tergambar dengan jelas dipikiran saya begitu saja.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Pada kesempatan lain, ada seorang tetangga yang kehilangan burung. Akhirnya dia beranya kepada saya. Dan dengan reflek tangan saya bergerak, \u201cSeeet\u201d. \u201cTuh burungnya ada di situ.\u201d Tangan saya menunjuk ke arah tertentu. Akhirnya tetangga itu menyebutkan nama satu persatu. \u201cNamanya si Arman.\u201d \u201cBukan\u201d kata saya sambil tangan saya mengisyaratkan tidak benar. \u201cNamanya si Atong\u201d katanya lagi. \u201clya, benar itu dia.\u201d Akhirnya burungnya dicari dan ketemu. Betapa malunya si pencuri yang ketangkap basah itu. Tapi anehnya keesokan harinya saya kehilangan motor. Kemudian saya coba menerawang dengan ilmu saya. Saya tunjuk ini dan itu. Tapi tidak bisa menemukan motor itu hingga sekarang.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Rupanya keahlian saya itu, mengantarkan bapak dan adik untuk mempelajari ilmu sejenis. Meski mereka belajar dari guru yang berbeda. Nah, untuk membuktikan ilmu perguruan mana yang lebih hebat, akhirnya saya dan bapak sepakat untuk diadakan uji kekuatan. Tempatnya di rumah saya. Saat itu, ada tiga orang yang mengetes saya. Setelah pasang kuda-kuda kemudian saya dipukul. Ternyata pukulan itu mengenai wajah saya dan tidak bisa saya elakkan. Padahal sebelumnya saya bisa menghindari dan mementalkan pukulan siapa saja. Saya belum menyerah. Dan dilakukan pengujian ulang. Saya bertahan dengan cara lain, tapi saya tetap kena pukulan. Akhirnya saya mengaku kalah dan berguru dengan mereka, untuk mempelajari ilmu Karamah. Peristiwa ini terjadi pada tahun pertama ketika saya kuliah di UlN.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Sebelum dibaiat atas keberhasilan mempelajari ilmu Karamah, saya disuruh puasa tiga hari dan membaca wiridan juga selama tiga hari, \u201cYa Allah. Ya Rasulullah. Ya Syaikh Abdul Qadir Jailani disuhunkeun karamahna ku abdi gusti suryajana negara (Ya Allah. Ya Rasulullah. Ya Syaikh Abdul Qadir Jailani dimintakan karamahnya kepada saya gusti suryajana negara) la haula wala quwata illa billahil \u2018aliyil adhim\u201d kemudian di test. Orang yang memukul gaya itu terpental semua.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Setelah mengamalkan wiridan ini, saya merasakan adanya perubahan. Orang jadi takut sama saya. Sebaliknya, saya menjadi lebih berani. Pernah saya terjebak tawuran pelajar. Ketika saya ditimpuk dengan batu, tiba-tiba batu itu terpental sendiri sebelum mengenai saya. Akhirnya para pelajar itu kabur, ketakutan. Kondektur bis juga takut. Saya pernah marah dengan kondektur. Hanya gara-gara kurang ongkos. Waktu itu tarif bus untuk mahasiswa hanya seratus sementara penumpang umum membayar limaratus. Kebetulan, saya membayar tigaratus. Tapi, kondektur bis itu tidak percaya. \u201cKalau kamu mahasiswa bayar seratus juga saya terima,\u201d kata kondektur itu. \u201cYa sudah kalau berani sini,\u201d saya menantangnya. Ketika sudah dekat, dia ketakutan. Sepertinya dia melihat sesuatu yang menakutkan.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Selain ilmu di atas, saya juga mempelajari dua ilmu lainya. Yang pertama adalah ilmu kebal dan yang kedua wirid Sakran. Saya tidak tahu, mengapa saya seperti haus berbagai macam jenis ilmu. Sehingga saya sering berguru dari satu tempat ke tempat lainnya. Misalnya, saat itu saya juga belajar wirid sakran. Wiridan itu diamalkan setiap selesai shalat wajib selama tujuh minggu dan puasa Senin-Kamis selama tujuh minggu juga. Dengan niat \u201cAku niat puasa sunnah karena Allah untuk amalan wirid syaikh Habib Ali Abu Bakar As-Sakran.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Sesudah seluruh ritual dalam tujuh minggu itu selesai, malamnya saya bermimpi sampai dua kali. Mimpi pertama adalah mimpi basah. Dan setelah bangun kemudian tidur kembali saya bermimpi berada di sebuah masjid yang besar di wilayah Tarim, salah satu daerah di Hadhramaut, Yaman. Di dalam masjid itu saya bertemu dengan orangtua. Yang memperkenalkan dirinya sebagai Habib Muhammad bin Abdul Rahman Assegaf. Kemudian ia menuntun saya berdoa di samping makam habib Ali bin Abu Bakar As-Sakran.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Beberapa hari kemudian, saya ceritakan mimpi itu kepada guru. Katanya mimpi itu menjadi wangsit bahwa wiridan saya sudah disahkan. Selang beberapa hari kemudian, ketika sedang berbaring di tempat tidur, tiba-tiba saya mendengar suara yang tidak saya ketahui darimana sumbernya, \u201cAssalaamu\u2019alaikum. Sekarang tuan adalah majikan saya. Dan saya adalah khadam tuan.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Beberapa hari berikutnya saya sering kesurupan setelah tarawih di mushola. Di tengah kerumunan jamaah laki-laki. \u201cAssalaamu\u2019alaikum. Kenalkan nama saya Abdul Lathif.\u201d Anehnya banyak jamaah yang bahkan menjadikan iin yang merasuk ke tubuh saya sebagai teman bercanda. \u201cNamanya siapa ki?\u201d Tanya sebagian jamaah. \u201cNama saya Abdul Lathif. Saya dari Baghdad. Saya khadamnya Firmansyah.\u201d Terus banyak yang minta macam-macam. \u201cSaya minta jodoh dong?\u201d pinta seorang dari mereka. \u201cLu, yang cocok sama lu orangnya yang pendek,\u201d kata Abdul Lathif melalui mulut saya. Mendengar jawaban itu, sontak jamaah tertawa terpingkal-pingkal.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201cSaya minta nomer togel nih,\u201d Tapi jin itu langsung menggerakkan tangan saya untuk mengambil buah dan melempar yang meminta, \u201cMaksiat nanya-nanya sama gue,\u201d kata jin Abdul Lathif.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Pernah iuga iin yang merasuk ke tubuh saya itu mengambil kopi dan meminumnya, \u201cNih, air bekas saya ini berkah\u201d tak tahunya jamaah yang berada di sekitar saya langsung berebut meminum kopi itu. Peristiwa seperti ini teriadi sekitar sepuluh kali selama Ramadhan. Dan waktunya selalu setelah tarawih. Sebelum pergi jin itu pamitan dulu, \u201cSudah tidak ada pertu lagi dengan saya? Saya pergi dulu ya. Assalaamu\u2019alaikum\u201d. Setelah peristiwa demi peristiwa itu, akhirnya banyak yang konsultasi dengan saya. Dan, untuk menjawabnya, saya gabungkan saja berbagai keilmuan yang saya miliki.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Sehabis Ramadhan, jin Abdul Lathif masih sering merasuk ke tubuh saya. Bahkan saat saya sedang mengajar anak-anak remaia. Disini dia mulai mengisi anak-anak remaja itu. \u201cKi, saya sering lewat daerah-daerah tawuran. Minta penjagaan dong?\u201d pinta seorang anak. \u201cYa, sini! Kamu baca \u201c<em>Asyhadu alla ilaha ilallah. Asyhadu anna Muhammadar rasulullah. La haula wala quwwata ila billah.\u201d<\/em>&nbsp;lalu ia menjabat tangan anak yang diberi ilmu. Pada mulanya, jin Abdul Lathif baru datang setelah saya panggil. Dengan membaca Al-Fatihah untuk nabi. Kemudian shalawat untuk habib yang menciptakan wiridan ini. Setelah itu, saya memanggil \u201cYa Lathif\u201d sambil menjejak bumi tiga kali. Setelah itu lin Abdul Lathif datang dan merasuk ke tubuh saya. Tapi lama kelamaan kedatangannya tidak lagi bisa saya kendalikan.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt;\">Awal Datangnya Hidayah.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Aktifitas di pengaiian anak remaja, terus menggiring saya untuk berkenalan dengan beberapa aktifis dakwah lainnya. Nah, dari sini saya sering tukar pengalaman dan berbagi cerita. Sejujurnya, saya katakan pada mereka bahwa saya punya ilmu-ilmu teftentu. Yang waktu itu, saya menyebutnya llmu kemukjizaan. Saya juga punya khadam dari jin dan menurut pendapat saya meminta bantuan jin juga tidak apa-apa. Pendapat saya ini dibantah oleh teman-teman. \u201cLho, itukan bacaan-bacaan lslami. Bacaan shalawat. Bacaan-bacaan Alquran,\u201d saya mencoba beradu argumentasi. \u201cWalaupun itu Asmaul Husna, tapi kalau itu buat kebal saya tidak percaya,\u201d kata teman saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Seiring dengan semakin lama berinteraksi dengan mereka, saya merasa ada keanehan. Badan saya panas setiap hari. Saya juga sakit flu tidak henti-hentinya. Dan, setelah membaca artikel di majalah Ghoib, saya mulai meragukan kebenaran jalan yang saya tempuh selama ini.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Hal ini semakin diperparah dengan situasi rumah tangga yang sedikit mengalami goncangan. Dari sini saya mulai tidak yakin akan kebenaran ilmu saya. Akhirnya saya pergi ke Majalah Ghoib. Saat tiba di kantor Majalah Ghoib, saya merasa takut sekali. Kepala saya bergetar tanpa dapat saya kendalikan. Tidak seperti biasanya. Kemudian saya diterapi Ustadz Ahmad Junaidi. Saat itulah jin yang bersarang di tubuh saya dikeluarkan. Pada ruqyah pertama saja, kata ustadz Junaidi ada sekitar sepuluh jin yang keluar, tentu menurut pengakuan jin itu. Ada jin Abdul Jabbar, jin Konghuchu, jin Kristen, jin Budha dan yang paling bandel keluarnya adalah jin Abdul Lathif.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Ketika jin Abdul Lathif diruqyah ia berbicara dengan ustadz Junaidi dengan bahasa Arab. \u201cSaya dari Baghdad. Cuma saya lama di Surabaya,\u201d katanya. \u201cKenapa kamu masuk ke orang ini?\u201d tanya ustadz Junaidi. \u201cSiapa suruh. Yang baca wiridan itu dia. Ya, saya masuk. Kalau wiridan itu tidak dibaca, saya tidak masuk,\u201d kata jin Abdul Lathif lagi. \u201cBerarti kamu telah sesat dan menyesatkan\u201d bentak ustadz Junaidi. Mendengar bentakan itu, jin Abdul Lathif hanya bisa diam. Kemudian jin itu berdoa seraya meminta pertolongan kepada Ali. \u201cYa Ali.&nbsp;<em>Anqidzni&nbsp;<\/em>(lolonglah aku).\u201d \u201cJin, doamu ini syirik,\u201d kata ustadz Junaidi. \u201cSaya kan tawasul, ustadz,\u201d ujar jin itu mempertahankan diri.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201cTawasul dengan dzat selain Allah itu berarti syirik,\u201d kata ustadz Junaidi. \u201cTidak. lni tidak syirik. Saya berpegang teguh dengan manhaj Zainal Abidin,\u201d kata jin Abdul Lathif masih membandel. Dia susah dikeluarkan. Karena badan saya sudah kecapekan, akhirnya ruqyah hari itu diakhiri juga. Meski sebenarnya saya masih merasa bahwa jin Abdul Lathif itu belum bisa dikeluarkan. Karena itu ustadz Junaidi menyuruh saya untuk datang lagi minggu depan. Disamping itu says dianjurkan untuk terus berdzikir dan melakukan terapi ruqyah secara mandiri.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Alhamdulillah setelah terapi ruqyah yang keenam, sekarang sqra sudah baik kembali tinggal sedikit pusing di kepala bagian belakang.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Begitulah sepenggal kisah yang saya yakin banyak dialami oleh orang lain, bergelut dengan dunia jin tanpa disadarinya. Atau bahkan sebagian orang menganggap ini merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah. Namun, pada akhirnya saya harus mengakui bahwa pendapat yang demikian itu salah. Saya berharap kisah ini dapat menjadi renungan tersendiri, bagi siapapun yang berkenan.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt;\">Ghoib Ruqyah Syar\u2019iyyah<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Sumber : Kesaksian Majalah Ghoib Edisi 12\/2<\/span><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>&nbsp; Wiridan sih sah-sah saja. Bahkan wirid sendiri sangat dianjurkan dalam Islam. tentunya, selama hal itu tidak bertentangan dengan ajaran Rasulullah. Lain halnya bila wiridan <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/\" title=\"Maksud Hati Berdzikir, Ternyata Jin yang Saya Dapat\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-501","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kisah-ruqyah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Maksud Hati Berdzikir, Ternyata Jin yang Saya Dapat - Pusat ruqyah bekam indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Maksud Hati Berdzikir, Ternyata Jin yang Saya Dapat - Pusat ruqyah bekam indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; Wiridan sih sah-sah saja. Bahkan wirid sendiri sangat dianjurkan dalam Islam. tentunya, selama hal itu tidak bertentangan dengan ajaran Rasulullah. Lain halnya bila wiridan [...]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat ruqyah bekam indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-07-23T15:40:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/cahaya.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/\",\"url\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/\",\"name\":\"Maksud Hati Berdzikir, Ternyata Jin yang Saya Dapat - Pusat ruqyah bekam indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/cahaya.jpg\",\"datePublished\":\"2013-07-23T15:40:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/719d272e2e551324cbfe9d20a39a5984\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/#primaryimage\",\"url\":\"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/cahaya.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/cahaya.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Maksud Hati Berdzikir, Ternyata Jin yang Saya Dapat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/\",\"name\":\"Pusat ruqyah bekam indonesia\",\"description\":\"KESEMBUHAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/719d272e2e551324cbfe9d20a39a5984\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a99ce964248f08831f1781d96d7d41b685699cd4ba7b0a8460bfb05268bc29e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a99ce964248f08831f1781d96d7d41b685699cd4ba7b0a8460bfb05268bc29e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/author\/rmhsunnah\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Maksud Hati Berdzikir, Ternyata Jin yang Saya Dapat - Pusat ruqyah bekam indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Maksud Hati Berdzikir, Ternyata Jin yang Saya Dapat - Pusat ruqyah bekam indonesia","og_description":"&nbsp; Wiridan sih sah-sah saja. Bahkan wirid sendiri sangat dianjurkan dalam Islam. tentunya, selama hal itu tidak bertentangan dengan ajaran Rasulullah. Lain halnya bila wiridan [...]","og_url":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/","og_site_name":"Pusat ruqyah bekam indonesia","article_published_time":"2013-07-23T15:40:00+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/cahaya.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"14 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/","url":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/","name":"Maksud Hati Berdzikir, Ternyata Jin yang Saya Dapat - Pusat ruqyah bekam indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/cahaya.jpg","datePublished":"2013-07-23T15:40:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/719d272e2e551324cbfe9d20a39a5984"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/#primaryimage","url":"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/cahaya.jpg","contentUrl":"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/cahaya.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/maksud-hati-berdzikir-ternyata-jin-yang-saya-dapat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Maksud Hati Berdzikir, Ternyata Jin yang Saya Dapat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#website","url":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/","name":"Pusat ruqyah bekam indonesia","description":"KESEMBUHAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/719d272e2e551324cbfe9d20a39a5984","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a99ce964248f08831f1781d96d7d41b685699cd4ba7b0a8460bfb05268bc29e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a99ce964248f08831f1781d96d7d41b685699cd4ba7b0a8460bfb05268bc29e?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/author\/rmhsunnah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=501"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/501\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}