{"id":502,"date":"2013-07-23T15:39:00","date_gmt":"2013-07-23T15:39:00","guid":{"rendered":"http:\/\/rumahsunnah.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/"},"modified":"2013-07-23T15:39:00","modified_gmt":"2013-07-23T15:39:00","slug":"dirayu-jin-yang-menyerupai-suami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/","title":{"rendered":"Dirayu Jin yang Menyerupai Suami"},"content":{"rendered":"<div align=\"center\" style=\"background-color: white; font-family: verdana, arial, sans-serif; font-size: 10px; line-height: 18px;\"><\/div>\n<div align=\"left\" style=\"background-color: white; font-family: verdana, arial, sans-serif; font-size: 10px; line-height: 18px;\">&nbsp;<\/div>\n<div align=\"left\" style=\"background-color: white; font-family: verdana, arial, sans-serif; font-size: 10px; line-height: 18px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" align=\"left\" alt=\"Sample Image\" height=\"155\" hspace=\"4\" src=\"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/siluet%20indah.jpg\" title=\"Siluet Indah\" vspace=\"4\" width=\"150\" \/><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 14px;\">Jin memiliki perasaan cinta? Ya, memang demikian. Karena mereka adalah makhluk yang berkembang biak seperti halnya manusia. Kian hari jumlah mereka kian banyak. Bila rasa cinta tersebut terjadi sesama mereka, tentu hal ini tidak menjadi masalah. Tapi rasa cinta akan membawa bencana bila ada jin yang mencintai manusia. Seperti yang dialami Siska (nama samaran). Ia pun pingsan sesaat setelah mengetahui&nbsp;&nbsp;bahwa jin menyerupai suaminya. Dengan didampingi suaminya, ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Bogor. Berikut petikan kisahnya.<\/span>&nbsp;<\/div>\n<div align=\"left\" style=\"background-color: white; font-family: verdana, arial, sans-serif; font-size: 10px; line-height: 18px;\">\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Mahligai rumah tangga saya seakan tidak pernah terpisah dari dunia gaib. TLjuh tahun lalu, beberapa bulan sebelum melangsungkan pernikahan pun, saya telah merasakan sakitnya cakar macan. Walau macan itu hanya hadir dalam mimpi, tapi tak urung lima cakaran membekas di dada. Saya baru sadar, sesaat setelah mandi. Saya pun keheranan bukan kepalang. Bagaimana mungkin itu terjadi. Waktu itu,&nbsp;&nbsp;saya hanya cerita kepada Bambang (nama samaran), seorang pemuda yang kini menjadi suami saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Siangnya, Bambang main ke rumah. Di sinilah, peristiwa yang memalukan itu terjadi. Saya yang sedang kasmaran dengan Bambang, tanpa tedeng aling-aling, langsung menariknya ke dalam kamar. Bambang pun terkejut. Tidak biasanya saya berperilaku seperti ini. Apalagi, ia melihat sorot mata saya berubah. Mata saya merah. Bambang dengan tegas menolak. Saya tetap merengek, walau saat itu saya hanya minta dicium.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">la pun berlari menghindar. Tapi saya terus mengejarnya. Katanya bajunya sampai robek-robek. Barulah setelah terdengar adzan dzuhur ulah saya terhenti. \u201cPanaas. Panaaas. Hentikan suara itu,\u201d teriak saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Dari sini, Bambang sadar bahwa itu bukanlah diri saya. Ada makhluk gaib yang merasuk ke dalam diri saya. Maka ia pun segera mencari pertolongan kepada tetangga yang kebetulan seorang haji dan katanya bisa mengusir gangguan jin.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201cSaya tidak tahu bagaimana cara perginya. Semoga Siska tidak diganggu lagi,\u201d ujar wak haji. Keesokan harinya, saya kerasukan lagi. Kali ini lebih parah. Saya berlari kesana kemari, sambil terus berteriak \u201cMana Siska. Mana Siska. Saya ingin membunuhnya. Dia merebut pacar saya.\u201d Aneh, memang. Saya berlarian kesana kemari mencari diri saya sendiri. Bahkan saya ingin membunuh diri saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Waktu itu, orang pintar kembali dipanggil untuk menyadarkan saya. \u201cSegera nikah saja, karena ada orang yang ngganggu. Semoga setelah menikah tidak ada lagi gangguan,\u201d saran orang pintar itu kepada bapak saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Singkat cerita, kami pun melangsungkan pernikahan. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Orang yang tidak senang dengan hubungan kami pun tidak membuat ulah di hari kebahagiaan kami.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Hari-hari berikutnya, semua berjalan normal. Saya bisa menikmati peran yang baru, sebagai istri dari suami tercinta. Waktu terus berjalan. Anak kami yang kedua pun lahir, bayi laki-laki yang montok. Anak yang pertama kebetulan adalah perempuan. Lengkap sudah kebahagiaan kami.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt;\">Jin Menyerupai Wajah Mas Bambang<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Hingga suatu malam, tidak seperti biasanya Rinto, anak saya yang kedua menangis keras. la nangis sejadi-jadinya. Ah, Rinto lagi kehausan, pikir saya. Saya pun segera membangunkan pembantu dan memintanya membuat susu. Tapi entah kenapa, pembantu agak lama di belakang. Sementara Rinto yang baru berumur satu bulan itu pun belum berhenti menangis.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Saya beranjak ke dapur untuk menyeduh susu sendiri. Dan begitu kembali ke kamar saya lihat Mas Bambang sudah berada di kamar. Padahal, seharusnya dia tidur di kamar sebelah bersama Ratih, anak saya yang pertama.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Saya segera meraih Rinto dan memberinya susu. Tapi Mas Bambang, malah bikin ulah yang aneh. la merajuk dan meminta saya melayaninya. Saya sendiri heran, tidak biasanya ia bersikap seperti itu. \u201cEh, ngapain sih. Jangan kayak begini dong.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Mas Bambang tetap tidak mau menyerah, dia terus membujuk saya. Bahkan berusaha melepas baju saya. \u201cNtar dulu dong mas. Ngapain sih Mas Bambang ini.\u201d \u201cRinto lagi minum susu. Macam-macam saja,\u201d saya sampai berteriak.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Rinto, tetap saja menangis. Susu yang saya berikan tetap tidak bisa meredakan tangisnya. Tapi Mas Bambang tidak peduli. la sangat bernafsu malam itu. \u201cMas ini, apaan sih,\u201d teriak saya lagi.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Sedetik kemudian, saya langsung pingsan. Pasalnya, dari pintu yang terbuka perlahan, muncul Mas Bambang yang lain. Saya bingung mana yang asli. Bajunya sama-sama putih dan memakai sarung yang serupa. Mereka layaknya saudara kembar saja.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Entah, berapa lama saya pingsan, saya tidak tahir. Begitu tersadar, tinggal Mas Bambang yang asli, masih setia menemani saya. Barulah kemudian saya ceritakan apa yang terjadi. Memang, sebelum kedatangan jin yang menyerupai Mas Bambang, angin berhembus kencang. Korden jendela yang sedikit terbuka untuk membiarkan udara masuk, sampai tersingkap ke atas. \u201clni angin kok kencang begini,\u201d pikir saya. Tapi, keanehan itu belum menyadarkan saya atas apa yang terjadi. Terlebih tangis Rinto yang berlebihan telah menyita perhatian saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Saya tidak tahu apakah jin masuk bersamaan dengan hembusan angin yang kencang. Tiba-tiba saja, jin yang menyerupai Mas Bambang sudah berada di dalam kamar dan saya sedikit pun tidak menaruh curiga. Saya beruntung, pukul 02.30 malam itu tidak menjadi korban kebiadaban jin. Malam itu, Mas Bambang pun shalat sambil terus membaca ayat kursi.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Apakah kedatangan jin itu terkait dengan rumah yang saya tinggali sekarang? Saya tidak tahu. Saya menempati rumah ini sejak empat tahun lalu. Tapi ini kejadian pertama yang saya alami di sini. Tahun-tahun pertama tidak pernah teriadi apa-apa. Dari tetangga, saya pun tahu bahwa rumah ini dulunya dihuni oleh orang China penganut Konghuchu yang terbilang taat. Di ruang tamu ini dulunya ada patung Dewi Kwan ln yang sangat besar. Sorot matanya merah menembus kaca jendela. Menakutkan warga yang lewat di malam hari.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Hari-hari berikutnya semuanya kembali normal. Aktifitas rutin sebagai ibu dari kedua anak saya, menyita banyak perhatian. Apalagi Ratih sudah mulai masuk TK. Biasanya saya mengajarinya bahasa Inggris. Ratih pun mampu menjadi juara ll lomba bahasa lnggris se kabupaten Bogor.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Ketenangan yang masih dalam hitungan bulan itu pun terusik kembali, sepulang Mas Bambang dari umrah. Yang saya rasakan adalah hawa panas bila berada di rumah. Terkadang saya pun jengkel, \u201cKok, Mas Bambang sepulang dari umrah, malah tidak benar sih. Kasar,\u201d keluh saya suatu hari. Tapi Mas Bambang tidak merasa berubah. la masih tetap seperti yang dulu.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Hingga suatu malam, kata Mas Bambang saya tidur sambil duduk. Melihat itu, dia merasa ada kejanggalan dalam diri saya. \u201clni pasti ada yang tidak beres,\u201d Mas Bambang mulai curiga. Tangannya segera menarik dan membangunkan saya. Tapi saya belum sadar seutuhnya. Katanya mata saya&nbsp;<em>plerok-plerok<\/em>. Jelas ini bukanlah diri saya. Pasti ada jin yang merasuk&nbsp;&nbsp;ke dalam diri saya kembali.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Dengan cepat, saya segera didekapnya, sambil terus dibacakan al-Qur\u2019an sebisanya Saya berontak. Ada kekuatan lain, yang menguasai saya. Hingga saya tidak lagi dapat&nbsp;mengontrol diri. Yang terjadi kemudian adalah pergumulan dan adu jotos yang tidak lagi terelakkan.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Kegaduhan itu berlangsung&nbsp;&nbsp;beberapa saat, sebelum akhirnya saya terduduk lemas dan &#8230; pingsan. Mungkin, saat itu jin yang merasuk ke dalam diri saya keluar setelah tidak tahan dengan bacaan ayat-ayat al-Qur\u2019an.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Beberapa saat saya tidak sadarkan diri. Setelah sadar pun saya masih setengah sadar setengah tidak. Yang saya rasakan waktu itu hanyalah seperti orang yang tidur sebentar, kemudian terbangun lalu tertidur lagi.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Jam 6 pagi, keesokan harinya, saya seperti orang bengong. Diam membisu Melihat hal itu, Mas Bambang langsung bertanya, \u201cEh, kamu siapa. Jangan ganggu orang,\u201d (<em>sebagaimana dituturkan suaminya<\/em>). Saya lari. Tapi Mas Bambang, tidak membiarkan saya keluar dari rumah. Ia segera mengejar dan menangkap saya kembali. Untung saat itu, pagar depan rumah masih terkunci, sehingga dengan mudahnya saya ditangkap. Kembali bacaan ayat-ayat al-Qur\u2019an melemahkan jin yang merasuk ke dalam diri saya. Waktu itu sayatidak merasakan apa-apa. Goresan kawat besi pagar rumah pun tidak terasa.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Baru setelah sadar saya merasakan nyeri dan letih. Pukul 8 pagi, orangtua saya datang dari Jakarta. Saya ceritakan semua peristiwa yang terjadi sejak semalam. Bapak hanya manggut-manggut saja, sebelum akhirnya menawarkan untuk mengajak saya terapi ruqyah di kantor Majalah Ghoib. \u201cKalau begitu datang saja ke kantor Maialah Ghoib. di sana ada ruqyah terapi gangguan jin dengan cara yang benar karena tidak bertentangan dengan syariat lslam. Bawa ke sana saja.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Hari itu diputuskan untuk segera ke Jakarta. Waktu itu hari Ahad, lalu Mas Bambang telpon ke kantor Majalah Ghoib, karena khawatir hari Ahad libur. \u201cMas saya mau kesana, ditunggu sampai jam berapa?\u201d \u201cOh, saya tunggu sampai jam dua\u201d kata suara di balik telpon. Akhirnya saya diajak Mas Bambang. Tapi ketika sampai di sana ternyata hanya disuruh daftar saja. Dapatnya entah berapa minggu lagi.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Waktu itu, Mas Bambang melobi, \u201cKalau ini sakit biasa mungkin tidak apa-apa Tapi ini gangguan jin. Saya tidak bisa mengusir. Tolonglah bantu saya.\u201d Akhirnya Mas Bambang diberi nomor handphone Ustadz Aris.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Mas Bambang, mencoba&nbsp;&nbsp;menghubungi Ustadz Aris, tapi tidak ada jawaban. Baru setelah dihubungi beberapa kali, handphone diangkat dan saya disuruh datang ke masiid At-Taibin yang hanya berjarak 200 meter dari terminal Senen. Terus terang, kami srek dengan Majalah Ghoib, karena mereka menterapinya dengan cara islami. Kami merasa nyaman.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Setiba di masjid At-Taibin, saya langsung dibawa naik ke lantai dua. Setelah beberapa saat dibacakan ayat-ayat al-Qur\u2019an, terjadilah dialog. \u201cSiapa namamu?\u201d Tanya Ustadz Aris. Jin menjawab\u201cJamal.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201cMengapa kamu masuk ke tubuh ibu ini?\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201cSaya suka sama Siska.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201dBerapa umurmu?\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201cDua genep (26 ) tahun.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201cKamu masih perjaka?\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201cYa. Saya masih perjaka.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201cKenapa senang?\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">\u201dDia ditinggal terus sama suaminya. Padahal dia itu orangnya baik, shalihah. Jadi sya kasihan sama dia.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">&#8220;Suaminya kerja untuk nyari duit,\u201d jin Jamal itu pun tertawa saja. Setelah dialog yang mengalami kebuntuan, Ustadz Aris kembali membaca ayat-ayat al-Qur\u2019an.Ketika disuruh keluar, jin Jamal tidak mau. Jin itu bahkan minta diantar ke Bogor. \u201cYa sudah kamu ikut saja di mobil. Nanti kan sampai di Bogor\u201d. Setelah disuruh demikian, akhirnya jin Jamal keluar. (sebagaimana dituturkan suaminya)<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Setelah ruqyah itu, saya tidak langsung pulang ke Bogor, tapi diantar Mas Bambang ke rumah orangtua di Jakarta Selatan. Sementara Mas Bambang sendiri ada keperluan kantor dan harus menginap di hotel selama tiga hari di daerah Sunter, Jakarta Utara. Otomatis, Mas Bambang membawa mobil ke hotel di daerah Mangga Dua. Berputar-putar lewat Ancol.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Selesai acara, Mas Bambang langsung menjemput saya. \u201cDik, tolong ambilkan baju yang ketinggalan di bagasi,\u201d pinta Mas Bambang. Tapi begitu pintu bagasi saya buka, saya merasakan ada jin yang merasuk lagi.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Tanpa pikir panjang, Mas Bambang segera menjemput Ustadz Aris dan diajak ke rumah. \u201cKamu siapa?\u201d \u201cSayaJamal.\u201d \u201cLho kenapa kamu masuk?\u201d \u201cYa, katanya saya mau dipulangkan ke Bogor, tapi tidak dipulangkan. Diputar-putar saja di daerah laut-laut. Terus saya lihat ibu Siska, ya saya masuk lagi,\u201d elak jin Jamal. Ternyata selama tiga hari itu, iin Jamal masih menumpang di mobil. \u201cYa sudah sekarang kamu pergi saja Tidak usah menumpang di mobil.\u201d Jin Jamal pun keluar.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Kebetulan di depan rumah ada pohon mangga di area pemakaman. Tidak lama kemudian jin Jamal masuk ke tubuh saya lagi. \u201cLho kamu kok balik lagi.\u201d \u201cYa saya balik lagi. Karena di pohon mangga itu banyak syetannya. Saya dipukul. Saya ditendang.\u201d Setelah dibacakan ruqyah beberapa kali, akhirnya jin Jamal keluar dan tidak masuk lagi.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Sebelum keluar, jin Jamal mengaku bahwa dia masuk ke tubuh saya ketika saya bermain ke rumah saudara di daerah Batu Lampar. Katanya, dia masuk begitu saja, karena melihat saya orangnya baik.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Saya tidak tahu, apa alasan jin Jamal mengatakan saya orangnya baik dan harus dikasihani. Tapi bila dikatakan sering ditinggal suami, memang benar adanya. Mas Bambang, sering pulang malam. Kadang-kadang ke luar kota tiga hari atau bahkan seminggu. Sesekali juga ke China, Hongkong atau Singapura.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Saya sering telpon Mas Bambang di kantor bila jam sembilan belum pulang, \u201cMas, kok belum pulang?\u201d &#8220;Oh, ya Dik. Saya nanti pulangnya malam.\u201d Saya tidak tidur sebelum Mas Bambang pulang. Perasaan saya tidak tenang bila suami belum di rumah. Biasanya, saya mondar-mandir di rumah, sampai Mas Bambang pulang.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Pernah, saya menangis seharian. Waktu itu hari ketiga Mas Bambang umrah. Biasanya ia selalu telpon setiap hari, bila bepergian kemana saja. Tapi pada hari ketiga itu, Mas Bambang, tidak telpon seharian. Saya sampai sesenggukan. \u201cYa Allah, yang namanya ibadah kok diberatin kayak gitu sih. Didoain kan lebih baik. Doa semoga di sana lancar,\u201d kata ibu menenangkan hati saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Saya menangis sedemikian rupa, karena saya benar-benar kangen. Biasanya tidak pernah kangen sampai begitu. Padahal suami pergi ke China atau Hongkongtidak pernah kangen seperti ini.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt;\">Sakit migrain sembuh setelah ruqyah<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Sudah bertahun-tahun saya sakit asma. Yang selalu saya kambuh bila saya mengalami mimpi buruk, misalnya berenang di sungai yang tidak bertepi. Bila sudah demikian, maka nafas&nbsp;&nbsp;saya sesaknya bukan main. Mata saya melotot. Kepala sepertinya mau pecah. \u201cAduh mas, sakit-nya.\u201d Kadang saya sampai kehilangan akal, sehingga kepala saya, saya benturkan ke dinding sampai berdarah-darah. Tapi rasa sakit itu masih saja belum hilang. &#8220;Ya Allah, istighfar. Ke rumamah sakit yuk. Ke rumah sakit,\u201d hanya kata-kata suami semacam ini lah yang sedikit mengobati rasa sakit.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Mulanya saya tidak tahu bila sakit kepala yang datang seminggu dua kali itu berasal dari gangguan jin, sampai saya bilang, \u201cAduh. Buntungin saja nih.\u201d Taruh dulu atau diapain dulu kepala ini.\u201d Saya mulai kehilangan akal, karena rasa sakit itu tidak bisa dihentikan. Mau dibawa tidur, kepala makin pusing. Bila mata dipejamkan, berkunang-kunang .Tapi setelah diterapi ruqyah alhamdulillah, saya sampai sekarang tidak migrain lagi. Kalau pun toh, asma saya kambuh, tapi semuanya masih dalam batas yang wajar. Mata tidak sampai melotot.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt;\">Jin kepala buntung menyatroni rumah saya<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Akhir Agustus 2004, ketenangan saya kembali terusik. Rumah saya disatroni jin. Kali ini, ia menakut-nakuti saya dengan menampakkan kepala buntung. Apakah ini terkait dengan ocehan saya waktu sakit kepala dulu? Saya tidak tahu.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Waktu itu, sekitar jam sepuluh malam, seperti biasanya saya, Mas Bambang dan kedua anak saya bercanda di kamar. Tiba-tiba,\u2019dooor\u2019 lerdengar suara keras membentur atap rumah. \u201cAduh. Suara apa itu. Kencang banget.\u201d \u201cMas suara apa itu mas?\u201d Tanya saya.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Rinto langsung menangis dan digendong oleh pembantu. Sementara itu, selang lima menit kemudian perasaan saya seperti antara sadar dan tidak. Saya bingung, pikiran saya seakan-akan hilang. Seperti orang yang tidur sebentar lalu bangun lagi. Kemudian tidur lagi.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Saya terdiam antara sadar dan tidak. Tak lama kemudian Mas Bambang membuka pintu kamar. Dari balik pintu, \u201cOh, mas, mas itu apaan mas. Kok nggantung begitu,\u201d teriak saya. Seonggok kepala tergantung di atap-atap rumah. Persis di depan pintu. Rambutnya hitam. Kepala buntung itu berputar perlahan, menyeringai. Dan &#8230; Ohh\u2026 wajah itu seperti mayat hidup. Matanya berlobang. Darahnya menetes.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Tes. Tes. Tetesan darah seakan menetes ke lantai, tapi &#8230; tidak ada bekas darah setitik pun di lantai. Saya semakin bingung,&nbsp;<em>astaghftrullahal adzim<\/em>&nbsp;saya bacakan ayat Kursi. Anak-anak, saya tutup matanya jangan sampai melihat. Ratih berontak-berontak dan menangis keras. Saya keluar. Sementara Mas Bambang, nampak kebingungan. Dia tidak melihat kepala buntung atau tetesan darah.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Tetangga yang mendengar keributan di rumah segera berdatangan. Dan tak lama kemudian, saya kembali linglung. Saya tidak ingat apa-apa, \u201cSaya dimana. Saya dimana.\u201d Mas Bambang langsung menangkap saya. \u201cAyo kamu siapa.\u201d \u201cAku mau pulang. Aku pulang saja,\u201d kata jin melalui mulut saya. Akhirnya mas Bambang rnembaca al-Qur\u2019an sebisanya. Saya berontak. Lima orang satpam pun katanya segera memegang saya. \u201cSaya pulang saja. Saya pulang saja.\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Mas Bambang terus membaca ayat-ayat al-Qur\u2019an. Akhirnya badan saya lemas dan tertidur. Bersamaan dengan itu, tetangga rumah yang katanya adalah \u2018orang pintar\u2019 juga datang. la sempat mengatakan bahwa jinnya sudah hilang. Ketika dia melihat ke atas loteng tidak menemukan sumber suara kegaduhan tadi.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Saya tidak tahu apakah kejadian yang menimpa saya karena ada orang yang tidak senang dengan kebahagiaan keluarga saya? Saya tidak berani mereka-reka. Karena selama ini saya merasa tidak punya musuh. Tidak ada lawan.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Masih banyak hal yang harus saya benahi dalam kehidupan saya. Mungkin banyak \u2018lubang\u2019 yang harus saya tutup sehingga jin tidak lagi keluar masuk ke dalam raga saya seenaknya saja. Semoga kasus demi kasus ini semakin mendewasakan kami dalam bersikap dan menatap kehidupan ini. Tidak ada kata menyerah. Semoga kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun bahwa suami adalah belahan jiwa sang istri. Mereka harus selalu seiring dan sejalan. Bersatu dalam menghadapi cobaan dan tantangan kehidupan yang makin tidak bersahabat.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt;\">Ghoib Ruqyah Syar\u2019iyyah<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height: 12pt; margin-bottom: 3pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Sumber : Majalah Ghoib Edisi Khusus<\/span><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>&nbsp; Jin memiliki perasaan cinta? Ya, memang demikian. Karena mereka adalah makhluk yang berkembang biak seperti halnya manusia. Kian hari jumlah mereka kian banyak. Bila <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/\" title=\"Dirayu Jin yang Menyerupai Suami\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-502","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kisah-ruqyah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dirayu Jin yang Menyerupai Suami - Pusat ruqyah bekam indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dirayu Jin yang Menyerupai Suami - Pusat ruqyah bekam indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; Jin memiliki perasaan cinta? Ya, memang demikian. Karena mereka adalah makhluk yang berkembang biak seperti halnya manusia. Kian hari jumlah mereka kian banyak. Bila [...]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat ruqyah bekam indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-07-23T15:39:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/siluet%20indah.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/\",\"url\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/\",\"name\":\"Dirayu Jin yang Menyerupai Suami - Pusat ruqyah bekam indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/siluet%20indah.jpg\",\"datePublished\":\"2013-07-23T15:39:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/719d272e2e551324cbfe9d20a39a5984\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/#primaryimage\",\"url\":\"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/siluet%20indah.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/siluet%20indah.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dirayu Jin yang Menyerupai Suami\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/\",\"name\":\"Pusat ruqyah bekam indonesia\",\"description\":\"KESEMBUHAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/719d272e2e551324cbfe9d20a39a5984\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a99ce964248f08831f1781d96d7d41b685699cd4ba7b0a8460bfb05268bc29e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a99ce964248f08831f1781d96d7d41b685699cd4ba7b0a8460bfb05268bc29e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/author\/rmhsunnah\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dirayu Jin yang Menyerupai Suami - Pusat ruqyah bekam indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dirayu Jin yang Menyerupai Suami - Pusat ruqyah bekam indonesia","og_description":"&nbsp; Jin memiliki perasaan cinta? Ya, memang demikian. Karena mereka adalah makhluk yang berkembang biak seperti halnya manusia. Kian hari jumlah mereka kian banyak. Bila [...]","og_url":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/","og_site_name":"Pusat ruqyah bekam indonesia","article_published_time":"2013-07-23T15:39:00+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/siluet%20indah.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"13 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/","url":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/","name":"Dirayu Jin yang Menyerupai Suami - Pusat ruqyah bekam indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/siluet%20indah.jpg","datePublished":"2013-07-23T15:39:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/719d272e2e551324cbfe9d20a39a5984"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/#primaryimage","url":"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/siluet%20indah.jpg","contentUrl":"http:\/\/www.ghoibruqyah.com\/images\/stories\/gambarcontent\/siluet%20indah.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/2013\/07\/23\/dirayu-jin-yang-menyerupai-suami\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dirayu Jin yang Menyerupai Suami"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#website","url":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/","name":"Pusat ruqyah bekam indonesia","description":"KESEMBUHAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/719d272e2e551324cbfe9d20a39a5984","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a99ce964248f08831f1781d96d7d41b685699cd4ba7b0a8460bfb05268bc29e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a99ce964248f08831f1781d96d7d41b685699cd4ba7b0a8460bfb05268bc29e?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/author\/rmhsunnah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=502"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/502\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusatruqyahbekam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}